Sumber Belajar
Assalamua’laikum
hallo every bady semoga kalian selalu sehat selalu ya.. J kali ini aku Nulis pembelajaran Sosiologi kelas 10, semoga kalian
memahaminya ya :D
Perkenalkan saya wardatul musyaropah
dari Prodi MPI, blog yang saya tulis untuk memenuhi tugas Sumber belajar.
Didalam pembelajaran peserta didik
diajak untuk berpasitipasi lebih aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi
kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan
psikologinya.
Dalam kegiatan pembelajaran peserta
didik yang dilakukan secara interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik.
Tujuan pembelajaran yang akan
dilakukan harus melalui rancangan perencanaan pembelajaran yang merupakan sebagai pedoman bagi guru dalam
melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Maka disini saya akan menjelaskan
rencana perencanaan pembelajaran, yang akan dibuat dengan mata pelajaran
sosiologi kelas X, mengenai konsep
sosiologi sebagai metode dan sosiologi sebagai ilmu.
Berikut
prolog pembahasan mata pelajaran sosiologi kelas x
Sosiologi ditinjau dari sifatnya
digolongkan sebagai ilmu pengetahuan murni ( pure science ) bukan ilmu
pengetahuan terapan (applied science) sosiologi dimaksudkan untuk
memberikan kompetensi kepada peserta didik, dalam memahami konsep-konsep
sosiologi seperti sosialisasi kelompok sosial, struktur sosial, lembaga sosial
perubahan sosial dan konflik sampai pada terciptanya integrasi sosial.
Sosiologi mempunyai dua pengertian dasar, yaitu sebagai ilmu dan sebagai metode
ilmu merupakan kumpulan pengetahuan tentang masyarakat dan kebudayaan disusun
secara sistematis berdasarkan berfikir analisis secara logis. Sebagai metode, sosiologi
adalah cara berfikir untuk mengungkapkan realitas sosial yang ada dalam
masyarkat dengan prosedur dan teori yang dapat dipertanggung jawabkan secara
ilmiah.
Berikut
saya akan menjelaskan materi sosiologi tentang Sosiologi sebagai ilmu, dan Konsep
sosiologi.
- 1 Pengertian sosiologi dan Ruang Lingkupnya
Pengertian sosiologi adalah pengetahuan yang mempelajari hubungan
antara teman dengan teman.
a)
Definisi
Sosiologi
Definisi
sosiologi menurut para ahli adalah
a.
Roucek
dan Warrean
Sosiologi
adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok-kelompok.
b. William
E Ogburu dan Mayer E. Nimkoff
Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya.
- 1. Objek Sosiologi dan Orientasi Sosiologi
Objek Sosiologi ada dua macam, yaitu objek material dan objek
formal.
a. Objek Material Objek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala, dan proses hubungan antarmanusia yang mempengaruhi kesatuan hidup manusia itu sendiri.
b. Objek Formal Objek formal sosiologi, yaitu ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. Dengan demikian, objek formal sosiologi adalah hubungan antarmanusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.
1. 3. Ciri-ciri dan Hakikat Sosiologi Sosiologi merupakan salah satu cabang dari kelompok-kelompok ilmu sosial yang mempunyai sifat dan ciri-ciri tersendiri sebagai berikut.
a)
Empiris, artinya ilmu pengetahuan tersebut didasarkan pada observasi
terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif
b)
Teoretis, artinya suatu ilmu pengetahuan yang
selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil pengamatan. Abstraksi
tersebut merupakan kesimpulan logis yang bertujuan menjelaskan hubungan sebab
akibat sehingga menjadi teori.
c)
Komulatif, artinya disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada atau
memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama.
d)
No
etis, artinya pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan buruk atau
baik masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah
tersebut secara mendalam.
Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan antara lain sebagai
berikut.
a.
Sosiologi
adalah ilmu sosial, hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa sosiologi mempelajari
atau berhubungan dengan gejala-gejala kemasyarakatan.
b.
Dalam
sosiologi objek yang dipelajari dibatasi pada apa yang terjadi sekarang dan
bukan apa yang seharusnya terjadi pada saat ini. Oleh karena itu, sosiologi
disebut pula ilmu pengetahuan normatif.
c.
Dilihat
dari segi penerapannya, sosiologi dapat digolongkan ke dalam ilmu pengetahuan
murni (pure science) dan dapat pula menjadi ilmu terapan (applied
science).
d.
Sosiologi
adalah ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan pengetahuan yang konkret.
Artinya, yang menjadi perhatian adalah bentuk dan pola-pola peristiwa dalam
masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya peristiwa itu sendiri.
e.
Sosiologi
bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum manusia
dan masyarakatnya. Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip dan
hukum-hukum umum dari interaksi manusia serta sifat, bentuk, isi dan struktur
masyarakat.
f.
Sosiologi
merupakan ilmu pengetahuan yang umum, bukan khusus, artinya sosiologi
mempelajari gejala-gejala umum yang ada pada interaksi antarmanusia.
4, PEMBAGIAN CABANG-CABANG SOSIOLOGI
Objek sosiologi, yaitu masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan
antara manusia dan proses yang timbul akibat hubungan manusia dalam masyarakat.
Jadi, yang dipelajari dalam sosiologi itu sangat luas antara lain sebagai
berikut.
a.
Hubungan
timbal balik antara manusia dengan manusia lain.
b.
Hubungan
antara individu dengan kelompok. c. Hubungan antara kelompok satu dengan
kelompok lain.
c.
Sifat-sifat
dari kelompok-kelompok sosial yang bermacam-macam coraknya. Berdasarkan
kekhususan dari ruang lingkupnya, menurut Soerjono Soekanto sosiologi dapat
diklasifikasikan menjadi dua macam cabang, yaitu sosiologi umum dan khusus.
a)
Sosiologi
Umum Mempelajari dan menyelidiki tingkah laku manusia pada umumnya, dalam mengadakan
hubungan masyarakat.
b)
Sosiologi
Khusus Mempelajari dan menyelidiki berbagai sektor kehidupan bermasyarakat,
dari suatu segi kehidupan tertentu.
PENDEKATAN, FUNGSI, TUJUAN, METODE PENELITIAN, DAN PRESFEKTIF
SOSIOLOGI
1)
Pendekatan
Sosiologi Dilihat dari segi pendekatan sosiologi menurut Drs. Kuswanto ada dua
ciri khas, yaitu bersifat komparatif dan bersifat holistik.
a.
Pendekatan
Komparatif Pendekatan komparatif, yaitu
pendekatan yang melihat manusia dengan pandangan yang luas, tidak hanya
masyarakat yang terisolasi atau hanya dalam tradisi sosial tertentu saja.
b.
Pendekatan
Holistik Pendekatan holistik, yaitu suatu
pendekatan berdasarkan pendapat bahwa masyarakat itu dapat diselidiki sebagai
keseluruhan, sebagai unit-unit yang bersifat fungsional, atau sebagai
sistem-sistem tertentu. Sosiologi mencoba mencakup keseluruhan ruang lingkup
dari segala sesuatu yang berhubungan dengan kemanusiaan sampai kepada
generalisasi-generalisasi.
1)
Fungsi
dan Tujuan Mempelajari Sosiologi Ada empat fungsi mempelajari sosiologi, yaitu
sebagai berikut.
a.
Dengan
mempelajari sosiologi, kita akan dapat melihat dengan lebih jelas siapa diri
kita, baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota kelompok atau masyarakat.
b.
Sosiologi
membantu kita untuk mampu mengkaji tempat kita di masyarakat, serta dapat
melihat budaya lain yang belum kita ketahui.
c.
Dengan
bantuan sosiologi, kita akan semakin memahami pula norma, tradisi, keyakinan,
dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat lain, dan memahami
perbedaan-perbedaan yang ada tanpa hal itu menjadi alasan untuk timbulnya
konflik di antara anggota masyarakat yang berbeda.
d.
Kita
sebagai generasi penerus, mempelajari sosiologi membuat kita lebih tanggap,
kritis, dan rasional menghadapi gejala-gejala sosial masyarakat yang makin
kompleks dewasa ini, serta mampu mengambil sikap dan tindakan yang tepat dan
akurat terhadap setiap situasi sosial yang kita hadapi sehari-hari.
2)
Metode
Penelitian Sosiologi
a.
Metode
Kualitatif Mengutamakan hasil pengamatan yang
sukar diukur dengan angka-angka atau ukuran-ukuran yang matematis, meskipun
kejadiankejadian itu nyata ada di masyarakat.
b.
1)
Perspektif
Sosiologi dan Hubungan Sosiologi Dengan Ilmu Lain Untuk mempelajari sesuatu di
masyarakat sebaiknya dimulai dengan membuat asumsi tentang sifat-sifat objek
yang akan dipelajari. Di dalam sosiologi terdapat beberapa perspektif, yaitu
sebagai berikut.
1.
Perspektif
Interaksionis Memusatkan
perhatian terhadap interaksi antara individu dengan kelompok, terutama dengan
menggunakan simbol-simbol, antara lain tanda, isyarat, dan kata-kata baik lisan
maupun tulisan.
2.
Perspektif
Evolusionis Paradigma
utama dalam sosiologi yang memusatkan perhatian pada pola perubahan dan
perkembangan yang muncul dalam masyarakat yang berbeda untuk mengetahui urutan
umum yang ada.
3.
Perspektif
Fungsionalis Melihat
masyarakat sebagai suatu jaringan kelompok yang bekerja sama secara
terorganisir dan memiliki seperangkat aturan dan nilai kelompok atau lembaga
yang melaksanakan tugas tertentu secara terus-menerus sesuai dengan fungsinya
yang dianut oleh sebagian besar anggotanya.
Masyarakat dipandang sebagai
sesuatu yang stabil dengan kecenderungan ke arah keseimbangan, yaitu untuk
mempertahankan sistem kerja yang selaras dan seimbang
4.
Perspektif
Konflik Memandang adanya pertentangan
antarkelas dan eksploitasi kelas di dalam masyarakat sebagai penggerak utama
kekuatan-kekuatan dalam sejarah.
MASYARAKAT SEBAGAI SISTEM SOSIAL YANG DINAMIS
1.
Ciri-ciri
suatu masyarakat pada umumnya sebagai berikut.
a.
Manusia
yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang.
b.
Bergaul
dalam waktu cukup lama. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbul sistem
komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antarmanusia.
c.
Sadar
bahwa mereka merupakan satu kesatuan.
d.
Merupakan
suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan
karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.
2.
Terbentuknya
Masyarakat Kelompok sosial terbentuk karena manusia-manusia menggunakan
pikiran, perasaan, dan keinginan-keinginannya dalam memberikan reaksi terhadap
lingkungannya. Hal ini terjadi sebab manusia mempunyai dua keinginan pokok,
yaitu keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lainnya dan keinginan untuk
menyatu dengan lingkungannya. Terbentuknya suatu masyarakat paling tidak
syarat-syaratnya terpenuhi sebagai berikut.
a.
Terdapat
sekumpulan orang.
b.
Berdiam
atau bermukim di suatu wilayah dalam jangka waktu yang relatif lama.
c.
Akibat
dari hidup bersama dalam jangka waktu yang lama itu menghasilkan kebudayaan.
3.
Sistem
Sosial dan Struktur Sosial Sistem sosial adalah suatu sistem yang terdiri atas
elemen-elemen sosial. Elemen-elemen sosial itu terdiri atas tindakan-tindakan
sosial yang dilakukan individu-individu yang berinteraksi satu dengan yang
lainnya. Dalam sistem sosial terdapat individu-individu yang berinteraksi dan
bersosialisasi sehingga tercipta hubungan-hubungan sosial. Keseluruhan hubungan
sosial tersebut membentuk struktur sosial dalam kelompok maupun masyarakat yang
akhirnya akan menentukan corak masyarakat tersebut.
Menurut Selo
Soemardjan mengacu pendapat Loomis suatu sistem sosial harus terdiri atas
sembilan unsur sebagai berikut. a.
a.
Kepercayaan
dan Pengetahuan Unsur kepercayaan dan pengetahuan merupakan unsur yang paling
penting dalam sistem sosial karena perilaku anggota dalam masyarakatsangat
dipengaruhi oleh apa yang mereka yakini dan apa yang mereka ketahui tentang
kebenaran, sistem religi, dan cara-cara penyembahan kepada sang pencipta.
b.
Perasaan
Perasaan adalah keadaan jiwa manusia yang berkenaan dengan situasi alam
sekitarnya termasuk di dalamnya sesama manusia.
c.
Tujuan
Dalam setiap tindakannya manusia mempunyai tujuan-tujuan yang hendak dicapai.
d.
Norma/Kaidah/Peraturan
Sosial Norma adalah pedoman-pedoman tentang perilaku yang diharapkan atau
pantas menurut kelompok atau masyarakat.
e.
Kedudukan
(Status) dan Peran (Role) Kedudukan adalah posisi seseorang
secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang lain, dalam arti
lingkungan pergaulan, prestasi, hak-hak, serta kewajibannya.
f.
Tingkat/Pangkat
Pangkat berkaitan dengan kedudukan dan peranan seseorang dalam masyarakat.
Seseorang dengan pangkat tertentu berarti mempunyai proporsi hak-hak dan
kewajiban-kewajibannya.
g.
Kekuasaan
Kekuasaan adalah setiap kemampuan untuk mempengaruhi pihakpihak lain. Kalau
seseorang diakui oleh masyarakat sekitarnya maka itulah yang disebut wewenang.
h.
Sanksi
Sanksi adalah suatu bentuk imbalan yang diberikan terhadap seseorang atas
perilakunya. Sanksi dapat berupa hadiah dan dapat pula berupa hukuman. Sanksi
diberikan oleh masyarakat untuk menjaga tingkah laku para masyarakat supaya
sesuai dengan aturan yang berlaku. i. Fasilitas (Sarana) Fasilitas adalah semua
bentuk cara, jalan, metode, benda-benda yang digunakan manusia untuk
menciptakan tujuan sistem sosial itu sendiri.
4. Organisasi Sosial Pada Masyarakat Organisasi sosial merupakan
jaringan hubungan antarwarga masyarakat yang bersangkutan di dalam suatu tempat
dan dalam waktu yang relatif lama. Di dalam organisasi sosial terdapat
unsur-unsur seperti kelompok dan perkumpulan, lembaga-lembaga sosial, dan
peranan-peranan (role).
a.
Kelompok
dan Perkumpulan Kelompok adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama
akan keanggotaan dan saling berinteraksi.
Contoh kelompok
sosial yang teratur adalah sebagai berikut.
1)
In-Group dan Out-Group In-group adalah kelompok sosial di mana
individu mengidentifikasi dirinya dalam kelompok tersebut. Sifat in-group
biasanya didasarkan pada faktor simpati dan kedekatan dengan anggota kelompok.
Misalnya, Ani adalah siswi kelas I B SMA N 1 Malang maka yang menjadi in-group
Ani adalah kelas I B. Out-group adalah kelompok yang diartikan oleh individu
sebagai lawan groupnya.
2)
Kelompok
Primer dan Sekunder Kelompok primer adalah kelompok kecil yang
anggota-anggotanya memiliki hubungan dekat, personal, dan langgeng.
Contoh kelompok
primer adalah keluarga.
Kelompok
sekunder adalah kelompok yang lebih besar, bersifat sementara, dibentuk untuk
tujuan tertentu, dan hubungan-hubungan antaranggota bersifat impersonal
sehingga biasanya tidak langgeng. Contoh kelompok sekunder adalah group basket.
3)
Paguyuban
(Gemeinschaft) dan Patembayan (Gesselschaft) Paguyuban adalah
bentuk kehidupan bersama yang anggotaanggotanya terikat oleh hubungan batin
murni dan bersifat alamiah serta kekal. Hubungannya didasari oleh rasa cinta
dan rasa kesatuan batin yang telah ditakdirkan. Paguyuban mempunyai ciri-ciri
hubungan akrab, bersifat pribadi, dan eksklusif.
4)
Formal
Group dan Informal Group Formal group adalah kelompok yang mempunyai peraturan
tegas dan sengaja diciptakan oleh anggota-anggotanya untuk mengatur hubungan
antara sesamanya.
Contoh: birokrasi, perusahaan, negara, dan sebagainya. Informal group
adalah kelompok yang tidak mempunyai struktur yang pasti, terbentuk karena
pertemuan yang berulang-ulang sehingga terjadi pertemuan kepentingan dan
pengalaman.
5)
Membership
Group dan Reference Group Membership group merupakan kelompok di mana setiap
orang secara fisik menjadi anggotanya. Reference group merupakan
kelompok-kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang untuk membentuk
kepribadian.
b.
Lembaga-lembaga
Sosial Lembaga adalah proses-proses yang tersusun untuk melaksanakan berbagai
kegiatan tertentu, misalnya agama bukan sekelompok orang, tetapi suatu sistem
gagasan, kepercayaan, praktik, dan hubungan.
1.
Berdasarkan
Perkembangannya
a.
Crescive
institution, yaitu
lembaga-lembaga primer yang tak sengaja tumbuh dari adat istiadat dalam
masyarakat. Contoh: Hak milik, perkawinan, dan agama. B
b.
Enacted
institution, yaitu lembaga
yang sengaja dibentuk untuk memenuhi tujuan tertentu yang berakar dari
kebiasaan-kebiasaan masyarakat.
Contoh: Lembaga perdagangan dan lembaga
pendidikan.
2.
Berdasarkan
Penyebarannya
1.
General
institution, yaitu lembaga
yang dikenal oleh hampir seluruh masyarakat dunia. Contoh: Agama
2.
Restricted
institution, yaitu
lembaga-lembaga yang dianut oleh masyarakat-masyarakat tertentu di dunia.
Contoh: Agama Islam, Protestan, Katolik, Buddha, dan Hindu.
3.
Berdasarkan
Fungsinya a
a.
Operative
institution, yaitu lembaga
yang menghimpun pola, tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga.
b.
Contoh: Lembaga-lembaga dalam bidang pertanian.
c.
Regulative
institution, adalah
lembaga yang bertujuan untuk mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang
tidak menjadi bagian mutlak lembaga itu. Contoh: Lembaga hukum seperti
kejaksaan dan pengadilan.
4.
Berdasarkan
Penerimaan Masyarakat
a)
Approved
socially sanctioned institution,
yaitu lembaga-lembaga yang sudah diterima masyarakat. Contoh: Perusahaan dan
sekolah.
b)
Unsanctioned
institution, yaitu lembaga
yang sudah ditolak oleh masyarakat, meskipun masyarakat tidak berhasil
memberantasnya.
Contoh: Kelompok penjahat, penipu, dan pencopet. 5)
5.
Berdasarkan
Sistem Nilai yang Diterima Masyarakat
a.
Basic
institution, yaitu lembaga yang sangat penting untuk memelihara dan
mempertahankan tata tertib dalam masyarakat.
Contoh: Keluarga, sekolah, dan negara.
b.
Subsidiary
institution, yaitu lembaga yang dianggap kurang penting dibandingkan basic
institution, hanya sebagai pelengkap dan penunjang saja. Contoh: Olahraga,
hiburan, dan rekreasi.
c. Peran/Peranan/Role Peran adalah pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan kedudukannya. Peran menentukan apa yang harus diperbuat seseorang bagi masyarakat serta kesempatan-kesempatan apa yang diberikan masyarakat kepadanya.
5. Dinamika Sosial Pada Masyarakat
Dinamika
sosial adalah penelaahan tentang perubahan-perubahan yang terjadi di dalam
fakta-fakta sosial yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Dinamika sosial
meliputi pembahasan tentang:
a.
Pengendalian
Sosial/Pengawasan Sosial Pengendalian sosial, yaitu segenap cara dan proses
yang ditempuh oleh sekelompok orang atau masyarakat sehingga para anggotanya
dapat bertindak sesuai dengan harapan masyarakat.
b.
Mobilitas
Sosial Lingkup mobilitas sosial meliputi peristiwa sosial di mana individu atau
kelompok-kelompok bergerak atau berpindah dari suatu lapisan sosial ke lapisan
sosial lainnya, baik gerak ke lapisan yang lebih rendah dalam suatu hierarki
sosial sehingga perpindahan ini memiliki dua arah, yaitu ke arah atas (upward
mobility) dan ke arah bawah (downward mobility).
c.
Penyimpangan
Sosial Penyimpangan sosial merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang
dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi. Penyimpangan
sosial mempunyai ciri-ciri di antaranya dapat didefinisikan, ada penyimpangan
yang ditolak dan ada yang justru diterima, penyimpangan yang relatif dan
mutlak.
d.
Perubahan
Sosial Setiap masyarakat senantiasa mengalami perubahan-perubahan. Perubahan
itu menyangkut nilai-nilai, norma-norma sosial, pola-pola perilaku organisasi,
susunan lembaga-lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam masyarakat,
kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial, dan lain sebagainya.
Bersumber dari
:




Komentar
Posting Komentar