Nama : Wardatul musyaropah
Prodi : MPI
Nim :18220.04.002
Dosen : Ibu Hana Lestari M.Pd
Matakuliah : Sistem Informasi Manajemen
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM SAHID BOGOR
Kata pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Literasi Digital ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Ibu Hana Lestari M.Pd pada mata kuliah Sistem informasi Manajemen . Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang Literasi Pendidikan dari Pendapat guru-guru, dan semoga bermanfaat umumnya bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Hana Lestari M.Pd, selaku Dosen Mata kuliah Sitem Informasi Manajemen yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni. Saya menyadari bahwa makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karna itu kritik dan saran yang membangun
Penyusun
Bogor, 13 Juni 2020
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Literasi media dan literasi digital merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari informasi. Informasi adalah suatu hal tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia karena informasi manusia dapat melakukan berbagai hal. Dari waktu ke waktu informasi terus mengalami perkembangan yang diikuti dengan perkembangan media elektronik atau digital dan telekomunikasi.
Informasi bukan hanya berbentuk tercetak lagi, tetapi sudah dapat diakses dengan media digitalisasi. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat mengikuti perkembangan zaman agar tidak ketinggalan informasi. Maka, untuk mengatasi masalah itu masyarakat harus memiliki kemampuan yang dikenal dengan istilah literasi media dan literasi digital.
B. RUMUSAN MASALAH
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Apakah yang dimaksud dengan literasi media dan literasi digital ?
2. Bagaimana konsep dari literasi media dan literasi digital ?
3. Bagaimana hasil data kuesioner yang dibagikan kepada para pendidik
C. TUJUAN
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Agar para pembaca mengerti dan memahami definisi dari literasi media dan literasi digital
2. Agar para pembaca mengerti dan memahami konsep yang terdapat dalam literasi media dan literasi digital
3. Agar para pembaca mengetahui hasil data kuesioner yang dibagian kepada para pendidik
D. MANFAAT
Dengan adanya literasi media dan literasi digital dapat mempermudah pemakai atau masyarakat dalam mendapatkan informasi. Sebab, semakin berkembangnya zaman semakin banyak pula perubahan yang terjadi pada teknologi. Maka, dibutuhkan kemampuan untuk mengimbangi perkembangan tersebut dengan adanya literasi media dan digital.
PEMBAHASAN
1. pengertian Literasi Digital
Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Literasi digital juga merupakan kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mengkomunikasikan konten/informasi dengan kecakapan kognitif dan teknikal. Digital literasi lebih cenderung pada hal hal yang terkait dengan keterampilan teknis dan berfokus pada aspek kognitif dan sosial emosional dalam dunia dan lingkungan digital.Literasi digital merupakan respons terhadap perkembangan teknologi dalam menggunakan media untuk mendukung masyarakat memiliki kemampuan membaca serta meningkatkan keinginan masyarakat untuk membaca.
Elemen esensial untuk mengembangkan literasi digital:
- Kultural, yaitu pemahaman ragam konteks pengguna dunia digital;
- Kognitif, yaitu daya pikir dalam menilai konten;
- Konstruktif, yaitu reka cipta sesuatu yang ahli dan aktual;
- Komunikatif, yaitu memahami kinerja jejaring dan komunikasi di dunia digital;
- Kepercayaan diri yang bertanggung jawab;
- Kreatif, melakukan hal baru dengan cara baru;
- Kritis dalam menyikapi konten; dan bertanggung jawab secara sosial
Prinsip dasar pengembangan literasi digital:[1]
- Pemahaman untuk mengekstrak ide secara eksplisit dan implisit dari media
- Saling ketergantungan antara media yang satu dengan media yang lain
- Faktor sosial menentukan keberhasilan jangka panjang media yang membentuk ekosistem organik untuk mencari informasi, berbagi informasi, menyimpan informasi dan akhirnya membentuk ulang media itu sendiri
- Kurasi atau kemampuan untuk menilai sebuah informasi, menyimpannya agar dapat di akses kembali.
2. Konsep Literasi Media dan Literasi Digital
Definisi literasi media menggunakan pendekatan tritokomi yang mencakup tiga bidang yaitu literasi media bermakna memiliki akses ke media, memahami media dan menciptakan dan mengekspresikan diri untuk menggunakan media ( Buckingham 2005, Livingstone 2005 ). Akses meliputi menggunakan serta kebiasaan media, artinya kemampuan menggunakan fungsi dan kompetensi navigasi ( mengubah saluran televisi, menggunakan sambungan internet ), kompetensi mengendalikan media ( misalnya menggunakan sistem terpasang interaktif, melakukan transaksi melalui internet ) dll.
Pemahaman artinya memiliki kemampuan untuk memahami atau menafsirkan serta memperoleh perspektif isi media serta sikap kritis terhadapnya. Menciptakan mencakup berinteraksi dengan media ( misalnya berbicara di radio, ikut serta dalam
diskusi di internet ), juga menghasilkan isi media. Bagi seseorang yang memiliki pengalaman mengisi berbagai media massa membuat seseorang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang dan pendekatan kritis terhadap isi media.
Gilster (2007) memperluas konsep literasi digital sebagai kemampuan memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital, dengan kata lain kemampuan untuk membaca, menulis, dan berhubungan dengan informasi dengan menggunakan teknologi dan format yang ada pada masanya.
Penulis lain menggunakan istilah literasi digital untuk menunjukkan konsep yang luas yang menautkan bersama-sama berbagai literasi berbasis kompetensi dan keterampilan teknologi komunikasi, namun menekankan pada kemampuan evaluasi informasi yang lebih “lunak” dan perangkaian pengetahuan bersama-sama pemahaman dan sikap ( Bawden, 2008 ; Martin, 2006, 2008 ).
IFLA ALP Workshop ( 2006 ) menyebutkan bagian dari literasi informasi adalah literasi digital, didefinisikan sebagai kemampuan memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai format dari sejumlah besar sumber daya tatkala sumber daya tersebut disajikan melalui komputer. Dengan perkembangan internet, maka pemakai tidak tahu atau tidak memperdulikan dari mana asalnya informasi, yang penting mereka dapat mengaksesnya.
3. Hasil Data kuesioner
dari beberapa pendapat pendidik yang mengisi kuesioner dan menanggapi, bahwa para pendidik memahami pembelajaran melalui literasi digital yang diterapkan disekolah, yang memahami sekiranya kita bisa diperhitungkan data pendidik yang memahami 75% dan yang tidak memahami 25%, dan pendidik yang memberikan pemahaman Literasi digital kepada peserta didik, yang memahami peserta didik pembelajaran yang dilakukan melalui Literasi digital 75% memahami 25% kurang memahami,, dampak yang diperoleh melalui pembelajaran jarak jauh ini tentunya, ada yang negatif dan positif tergantung dari diri sendiri dan pengarahan dari pendidik, Literasi Digital yang digunakan dalam dunia pendidikan pada saat ini sudah cukup baik dan yang Tidak, dari berbagai pendapat pendidik, penghitungan 75% sudah cukup baik, dan yang tidak hanya 25%, dan literasi digital yang digunakan disekolah-sekolah saat ini yang sudah cukup baik 75% dan yang tidak hanya 25%.
KESIMPULAN
Literasi Digital itu sangat penting dizaman modern dan zaman milenial kala ini. Sebab komunikasi tak akan cukup bila hanya memanfaatkan kontak langsung dengan lawan bicara. Sebab semua kondisi tak akan selamanya baik. Maka dari itu Literasi Digital sangat penting untuk kalangan tua bahkan sampai muda. Apalagi dengan adanya sistem belajar daring yang saat ini sedang berjalab. Jika saja anak-anak atau kita buta akan sistem modern maka kita akan tertinggal sebab zaman itu berubah tidak hanya stuck disitu situ aja. Dampak positif untuk pengguna yang memanfaatkannya dengan baik maka akan terasa kepositifan dampaknya, misalnya mereka akan lebih mencari atau bahkan mengevaluasi hal hal yang berguna untuk pengetahuan mereka, ketimbang hal lain yang bahkan akan merusak kinerja otak. Bahkan dari pembelajaran literasi digital ini, bahkan tahapan pendidik siap merubah pola pikir , dan mempersiapkan SDM dan melalui pelatihan. Dan Memberikan pemahaman tentang pentingnya pembelajaran menggunakan digital literasi agar tercipta pembelajaran yang menyenangkan.
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar