Hasil Analisis Data Kuesioner
Nama: wardatul Musyaropah
prodi : MPI semester 2
Memenuhi Tugas : Sistem informasi Manajemen
Dosen Pengampu : Bu Hana Lestari M.Pd.
KATA
PENGANTAR
Dengan
puji dan syukur serta atas rahmat dan hidayahnya dari Allah SWT yang telah
memberikan kita begitu banyak nikmat yang tak ternilai harganya dengan apapun.
Shalawat serta salam tak lupa kita curahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW yang
telah membawa kita kembali kejalan yang di ridhoi oleh Allah SWT. Rasa syukur
juga kami limpahkan karena telah menyelesaikan laporan koesioner dan Analisis
koesioner kepada siwa dan siswi yang fungsinya untuk mengetahui seberapa besar
efektivitas pembelajaran jarak jauh atau bisa disebut juga daring (online) dari pandangan para siswa/I dari mulai sekolah SMP
dan SMA, Tak lupa juga ungkapan terima kasih kepada ibu Hana lestari M.Pd, yang
telah menyelenggarakan kuesioner tersebut.
Alhamdulillah
kuesioner ini telah selesai berikut laporannya, sehingga hasil kuesioner
tersebut mutlak berasal dari pernyataan
siswa/i, proses kuesioner tersebut
memangklah tidak selalu sulit karena kami pertama-tama memberikan kuesioner
kepada siswa/i dari mulai SMP sampai SMA.
Semoga
apa-apa yang telah kita perbuat senantiasa mendapatkan ridho Allah SWT, serta
ermanfaat bagi kita di kemudian hari. Karena sesuatu yang baik adalah milik
Allah SWT dan sesuatu yang kurang baik senantiasa tak luput dari kesalahan
manusia yang tepatnya salah dan lupa.
Penyusun
Bogor, 13 Mei
2020
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pendidikan
merupakan suatu hal yang sangat penting dalam menunjang sebuah proses penanaman
ilmu pengetahuan apalagi yang ingin
diberikan kepadapeserta didik. Yang dilakukan dari lembaga sekolah tersebut.
Tapi yang dilakukan saat ini pembelajaran di rumah.
Pembelajaran yang
digunakan merupakan pembelajaran jarak jauh, yang dituntut siswa untuk
mengikuti pembelajaran ini dengan cara belajar dirumah tanpa harus ke sekolah,
pembelajaran yang dilakukan dengan cara melihat video atau audio yang ada di
gadget atau televisi, pada stasiun tv tersebut.
Pembelajaran ini
dilakukan karena masa pandemi covid-19, yang terjadi pada saat ini, yang
bertujuan untuk memutuskan rantai penyebaran covid-19, maka seluruh lembaga
sekolah harus melakukan pembelajaran jarak jauh atau bisa juga disebut dengan
(daring) school, baik dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, bahkan sampai, KULIAH.
Pembelajaran yang
dilakukan dari dikalangan PAUD, SD, SMP,
SMA, dan KULIAH tentu saja berbeda.
Dalam pelaksanaan
kuesioner tersebut para peserta didik dapat mengutarakan pendapatnya dari apa
yang mereka rasakan saat ini yaitu belajar dirumah, atau bisa disebut dengan
daring (online) yang dimana kuesioner ini di buat, untuk dapat meningkatkan
keefektivitas pembelajaran jarak jauh dimasa pandemi ini, dan ingin menetahui
berbagai pendapat para peserta didik.
2. Analisis data
a. Analisis Data
Data berupa angket digunakan untuk mengukur kesiapan
belajar. Adapun cara untuk mengolah data angket tersebut telah dijelaskan
sebelumnya. dapat dilihat kualifikasi data kesiapan belajar siswa/i.
Selanjutnya data yang sudah diolah, kemudian dianalis dengan perhitungan.
Tabel
1.1
Gambaran
siswa/I yang mengikuti kuesioner
No
|
Nama lengkap
siswa/i
|
Jenis kelamin
|
Pendidikan
yang ditempuh
|
Jurusan bagi
SMA/SMK
|
1
|
Fika febrianti
|
perempuan
|
SMP
|
-
|
2
|
Anggun jasmita
|
Perempuan
|
SMA
|
MIPA
|
3
|
Nur lia z
|
Perempuan
|
SMA
|
TKJ
|
4
|
Muhammad haikal
|
Laki-laki
|
SMP
|
-
|
5
|
Siti annisa
|
Perempuan
|
SMP
|
-
|
6
|
Ropi
|
Laki-laki
|
SMK
|
MULTIMEDIA
|
7
|
Muhammad rifki alfadillah
|
Laki-laki
|
SMK
|
TKJ
|
8
|
Arif abdurrahman syihab
|
Laki-laki
|
SMA
|
IPA
|
9
|
Eka saparudin
|
Laki-laki
|
SMA
|
IPA
|
10
|
Nabila huwaida
|
Perempuan
|
SMK
|
MULTIMEDIA
|
11
|
Alfina kusmayanti
|
Perempuan
|
SMA
|
MIPA
|
12
|
Muhammad wildam syarullah
|
Laki-laki
|
SMA
|
MIPA
|
13
|
Ananda ranti
|
Perempuan
|
SMA
|
IPS
|
14
|
Hizrotul fauziah
|
Perempuan
|
SMA
|
IPS
|
15
|
Gita safira amsaugi
|
Perempuan
|
SMA
|
IPA
|
16
|
Fitriyani
|
Perempuan
|
SMA
|
IPA
|
17
|
Dadang anggara
|
Laki-laki
|
SMA
|
IPA
|
18
|
Yusi maulida
|
Perempuan
|
SMA
|
IPA
|
19
|
Mohammad awaludin
|
Laki-laki
|
SMA
|
IPA
|
20
|
Sri rahayu agustina
|
Perempuan
|
SMA
|
IPA
|
21
|
Siti aliya sudirman
|
Perempuan
|
SMP
|
-
|
22
|
Jabarullah ilham
|
Laki-laki
|
SMK
|
Multimedia
|
23
|
Faiz muhammad azis
|
Laki-laki
|
SMA
|
IPA
|
24
|
Sry cahya ningtias
|
Perempuan
|
SMA
|
IPA
|
b. Analisis Data pembelajaran jarak jauh dimasa
pandemi dan dimasa yang akan datang
kualifikasi kesiapan belajar dalam penelitian ini mengac
kepada pendapat arikanto (2002: 162)
bahwa untuk skala penilaian dengan kategori Baik mempunyai rentang nilai
>75%, kategori Cukup Baik mempunyai rentang nilai 61-75% dan untuk kategori
Kurang Baik mempunyai rentang nilai <60%.
Tabel
1.2
Gambaran
kuesioner pembelajaran jarak jauh di masa pandemi
Kualifikasi
|
Frekuensi
|
Presetase
|
Setuju
|
5
|
20,8%
|
Sangat setuju
|
0
|
0
|
Tidak terlalu
|
14
|
58,3%
|
Tidak sama
sekali
|
6
|
25%
|
Dari tabel 1.2 dapat dijelaskan bahwa sebagian kecil siswa/i
memiliki kualifikasi pembelajaran jarak jauh di masa pandemi yang setuju
(20,8%),setengah dari jumlah siswa/i tidak terlalu setuju (58,3%), dan hampir
setengahnya berkualifikasi rendah (25%).
c. Analisis Data yang termotivasi mengikuti
pembelajaran online saat ini
Tabel
1.3
Gambar
Data yang termotivasi mengikuti pembelajaran online saat ini
Kualifikasi
|
Frekuensi
|
presentase
|
Cukup
|
9
|
37,5%
|
Tidak terlalu
|
12
|
50%
|
Sangat
termotivasi
|
0
|
0
|
Tidak sama
sekali
|
3
|
12,5%
|
Dari
tabel 1.3 dapat dijelaslkan bahwa lebih dari setengah dari jumlah keseluruhan
siswa/i termotivasi mengikuti pembelajaran jarak jauh online saat ini dengan
kualifikasi cukup termotivasi (37,5%), tidak terlalu termotivasi (50%),
sebagian kecil siswa memilliki kualifikasi pembelajaran jarak jauh yang tidak
sama sekali termotivasi (12,5%), Tidak sama sekali siswa yang memiliki hasil
yang sangat termotivasi (0%)
d. Analisis data dalam penyampaian materi dilakukan
melalu gadget dan acara tv
Gambar
data dalam penyampaian materi dilakukan melalu gadget dan acara tv
Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa lebih
dari setengah dari jumlah keseluruhan siswa/i memiliki kemampuan untuk
memudahkan belajar memalui penyampaian materi secara daring dan acara Tv dengan
kualifikasi Cukup mudah (25%), sebagian siswa dalam pembelajaran ini tidak sama
sekali memudahkan (25%), dan kualifikasi orang sangat mudah untuk belajar pada masa
pandemi saat (4,2%), dan hampir keseluruhan siswa tidak terlalu mudah belajar
melalui gadget dan Tv (45,8%)
Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa lebih
dari setengah dari jumlah keseluruhan siswa/i memiliki kemampuan untuk memahami
pelelajaran memalui penyampaian materi secara daring dan acara Tv, dengan
kualifikasi Tidak terlalu memahami (50%), sebagian siswa dalam pembelajaran ini
cukup memahami (41,7%), tidak ada seorangpu yang memahami pembelajaran yang
dilakukan pada saat ini, dengan kualifikasi orang sangat mudah untuk memahami (0%),
dan hampir setengah dari siswa tidak terlalu memahami belajar melalui gadget
dan Tv , denagn kualifikasi tidak terlalu (12, 5%)
f. Analisis data Tugas yang mudah untuk dikerjakan
dimasa Pandemi
Dari gambar di atas
dapat dijelaskan bahwa lebih dari setengah dari jumlah keseluruhan siswa/I
menerima tugas yang diberikan mudah untuk dikerjakan secara daring dan di acara
Tv, dengan kualifikasi cukup mudah (50%), sebagian siswa yang mengerjakan tugas
pada masa pandemi ini, kualifikasi tidak terlalu mudah (33,3%), sebagian
peserta didik yang sangat kecil siswa/i sangat mudah untuk memahami pelajaran
pada masa pandemi saat ini, dengan kualifikasi sangat mudah (4,2%), dan sebagian
kecil dari siswa tidak sama sekali mudah tugas yang dikerjakan pada masa
pandemi ini, dengan kualifikasi tidak terlalu mudah (16,7%).
g. Analisis
data penyampaian materi yang menarik melalui daring dan acara Tv
Dari gambar di atas
dapat dijelaskan bahwa lebih dari setengah dari jumlah keseluruhan siswa/i
melihat penyampaian materi online dan di acara Tv dibuat secara menarik, dengan
kualifikasi cukup menarik (60%), sebagian siswa yang melihat penyampaian materi
online dan di acara Tv dibuat secara menarik, dengan kualifikasi tidak terlalu menarik (29,2%),
sebagian peserta didik yang sangat kecil
siswa/I yang melihat penyampaian materi
online dan di acara Tv dibuat secara menarik, dengan kualifikasi sangat menarik(4,2%),
dan sebagian kecil dari siswa yang melihat penyampaian materi online dan di
acara Tv dibuat secara menarik, dengan kualifikasi tidak terlalu sama sekali
menarik (12,5%).
h. Analisis data kekurangan pembelajaran Online pada
saat ini
Dari gambar di atas
dapat dijelaskan bahwa lebih dari setengah dari jumlah keseluruhan siswa/I mengalami
kekurangan pembelajaran online pasat masa pandemi ini, dengan kualifikasi memiliki
kekurangan YA(95,5%), sebagian siswa yang merasakan pembelajaran yang
dilakukan dimasa pandemi ini, tidak ada kekurangan, Dengan kualifikasi TIDAK
memiliki kekurangan (4,2%).
i. Anlisis
Data efektif pembelajaran online dalam mengatur waktu
Dari gambar di atas
dapat dijelaskan bahwa lebih dari setengah dari jumlah keseluruhan siswa/I
mengalami keefektifan pembelajaran online dalam mengatur waktu, dengan
kualifikasi cukup baik (37,5%), sebagian siswa mengalami keefektifan
pembelajaran online dalam mengatur waktu, dengan kualifikasi tidak terlalu baik (29,2%),
tidak ada seorangpun peserta didik yang merasakan sangat mudah dalam mengatur
waktu dan keefektifitas pembelajaran online, dengan kualifikasi sangat
baik (0%), dan sebagian kecil dari siswa yang mengalami keefektifan
pembelajaran online dalam mengatur waktu, dengan kualifikasi tidak
sama sekali bisa untuk mengatur waktu dalam keektifitas pembelajaran
online (12,5%).
j. Analisis data adanya kebosanan dalam melakukan
pmbelajaran jarak jauh ini
Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa lebih
dari setengah dari jumlah keseluruhan siswa/I merasakan adanya kebosanan dalam
melakukan pmbelajaran jarak jauh ini, dengan kualifikasi merasakan kebosanan YA(95,8%),
sebagian siswa yang adanya kebosanan dalam melakukan pmbelajaran jarak jauh ini
, Dengan kualifikasi TIDAK merasakan kebosanan(4,2%).
3. Kesimpulan
Dari hasil kuesioner
yang diperoleh diatas bahwa peserta didik dapat berpendapat tentang
pembelajaran jarak jauh yang dilakukan pada masa pandemi ini, melalu kuisioner
yang telah dibuat, beberapa pendapat ada yang setuju, bahkan ada yang sampai
sama sekali tidak setuju, hal ini menjadi data yanh sangat penting, karena dari
data presentasi kuesioner yang dibuat ini, dapat memberi perhatian dan tindak
lanjut hasil ini, ada indikasi bahwa rasa kepuasaan akan kepentingan
pembelajaran jarak jauh dimasa pandemi ini, dari mulai materi yang disampaikan
melalui daring dan acara Tv, waktu yang dinggunakan apakah bisa untuk mengatur,
kekurangan dari pembelajaran jarak jauh ini, kebosanan yang dilakukan
pembelajaran jarak jauh ini, pemberian tugas yang memudahkan, dan penyampaian
mater yang mudah di pahami. Berikut hasil presentasi:
Hasil dibawah 60% dari
total koresponden yang positif menanggapi pembelajaran jarak jauh ini, dan data
yang kurang setuju akan adanya pembelajaran jarak jauh ini baik dari segi
kekurangan bahkan kebosanan pada masa pandemi ini (95,8%),ini hal yang sangat
mengecewakan dan sangat jauh perkiraan pada saat ini, bahkan adapun yang masih bimbang , tidak terlalu setuju (58,3%).
Poin-poin kuesioner yang
menyatakan nilai sangat buruk poin
pertama
menyatakan nilai rata-rata peniliain koresponden
(4,5%) sedangkan ada juga yang menilai dengan katagori buruk yang dilihat dari
poin-poin lainnya dengan nilai Yaitu sebesar (12%) . poin ini walaupun tidak
bear akan tetapi dua katagori tersebut sangatlah menunjukan bahwa pembelajaran
jarak jauh ini mempunanyai kekurangan/kelemahan yang dilakukan pada saat masa
pandemi ini, meskipun ada dampak positifnya, agar mampu menguasai bidang
teknologi dan IT, dari pembelajaran jarak jauh ini, tetapi mungkin saja ada kekurangan
dari pembelajaran jarak jau ini, bisa juga disebut dengan daring (online), kekurangnya baik dari segi
sinyal yang ada, informasi yang diberikan tidak cukup dimengerti, kecuali
dengan secara langsung, kemampuan finansial yang berbeda,akibat kebutuhan
semakin meningkat, merasa sering kebosanan karena belajar tanpa teman—teman,
dan dianjurkan mencari informasi sendiri.







Komentar
Posting Komentar