sim tentang lembaga informal dan formal


MENAGANALISIS PENDIDIKAN FORMAL DAN INFORMAL MELALUI ANALISIS SWOT
Disusun untuk memenuhi tugas
Mata kuliah : Sistem Informasi Manajemen
Dosen pengampu : Ibu hanna lestari M.Pd





 







Di susun oleh : Wardatul Musyaropah
Prodi : MPI (2)








FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM SAHID BOGOR
TAHUN AJARAN 2019/2020






Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul  “Lembaga pendidikan formal atau informal ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Ibu Hana lestari M. pd  pada Sistem informasi manajemen  Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang  Analisis SWOT lembaga forman atau informal  bagi para pembaca dan juga bagi penulis. Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu hana lestari M.pd, selaku dosen Sistem informasi manajemen  yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.  Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.


Penulis
Bogor, 4 april,2020 

BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Sekolah atau lembaga pendidikan tentunya tak bisa lari dari yang namanya manajemen. Layaknya sebuah perusahaan, sekolah atau lembaga pendidikan mempunyai pimpinan, karyawan, pelanggan, serta produk yang dijual atau dihasilkan. Tentunya semua itu memerlukan manajemen yang baik, terarah, dan terencana. Sehingga tidak akan timbul kemunduran atau bahkan berhentinya pengoperasian perusahan tersebut, yang dalam hal ini adalah sekolah.
Dewasa ini, teknologi informasi berkembang pesat. Hal itu ternyata juga berdampak pada manajemen perusahaan tak terkecuali sekolah. Banyak sekolah yang sudah memanfaatkan teknologi informasi dalam manajemennya. Sehingga sekarang ini banyak sekolah yang sudah menerapkan Sistem Informasi Manajemen dalam lembaganya.
Suatu lembaga pendidikan formal memiliki keinginan untuk menjelaskan, mendefinisikan serta menerapkan suatu  model pendidikan yang berdasarkan ekspektasinya memilki kapabilitas dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Manajemen pendidikan pada era informasi merupakan suatu prioritas untuk kelangsungan pendidikan atau dengan kata lain merupakan suatu bentuk pendidikan yang harus memiliki ciri khusus untuk menciptakan hasil yang sesuai dengan tujuan lembaga pendidikan. Hal ini disebabkan penurunan perkembangan pendidikan dilihat dari segi kualitas dan hasil dari ekspektasi lembaga pendidikan. Selain itu, penurunan ini juga disebabkan oleh tidak tersedianya manajemen yang baik untuk mengelola pendidikan di beberapa lembaga pendidikan.
Pendidikan harus menetapkan visi dan misi yang jelas untuk memproduksi keputusan yang berkualitas dan beroperasi secara maksimal seiring perkembangan zaman. Untuk mewujudkan hal ini, perlu dibuat suatu struktur dan manajemen yang pasti dan sesuai dengan visi dan misi lembaga pendidikan. Melalui penggunaan internet dan sistem informasi, lembaga pendidikan dapat mengembangkan manajemen yang baik.
Menurut UU No. 20 tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan pada dasarnya adalah proses komunikasi yang di dalamnya berisi suatu transformasi pengetahuan, berbagai nilai dan keterampilan baik di dalam maupun luar sekolah yang berlangsung secara konstan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan lembaga pendidikan formal dan informal
      2.      Apa tujuan dari lembaga formal dan informal
3.       bagaimana Hasil dari analisis Swot lembaga formal dan informal

C. Tujuan

Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk mengetahui penggunaan sistem informasi manajemen untuk pendidikan, memahami konsep manajemen, memperdalam ilmu mengenai prinsip dan teori serta memahami kebutuhan yang diperlukan untuk membangun sistem informasi manajemen untuk pendidikan.



BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Pendidikan Formal
Pengertian pendidikan formal adalah pendidikan di sekolah yang di peroleh secara teratur, sistematis, bertingkat atau berjenjang, dan dengan mengikuti syarat yang jelas.
Pengertian pendidikan formal adalah jenis pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang dilaksanakan di sekolah dengan syarat-syarat tertentu yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Pendidikan formal merupakan jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan perguruan tinggi. Pendidikan formal terdiri dari pendidikan formal negeri dan pendidikan formal berstatus swasta.
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang lahir dan berkembang secara efektif dan efisien dari dan oleh serta untuk masyarakat yang berkewajiban memberikan pelayanan pendidikan kepada generasi muda dalam mendidik warga negara.
Mengenyam pendidikan pada institusi pendidikan formal yang diakui oleh lembaga pendidikan negara wajib dilakukan di Indonesia, baik anak rakyat biasa hingga anak bangsawan atau yang lainnya harus bersekolah minimal 9 tahun hingga lulus SMP.
Ciri-Ciri Pendidikan Formal
Dalam pendidikan formal terdapat jenjang pendidikan yang jelas dan berjenjang, mulai dari pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi. Berikut ini beberapa ciri atau karakteristik pendidikan formal diantaranya yaitu:
  • Memiliki kurikulum yang jelas.
  • Memberlakukan syarat tertentu bagi peserta didik.
  • Materi pembelajaran yang dipakai bersifat akademis.
  • Proses pendidikannya cukup lama.
  • Tenaga pengajar harus memenuhi klasifikasi tertentu.
  • Penyelenggaraan pendidikan berasal dari pihak pemerintah maupun swasta.
  • Peserta didik mengikuti ujian formal.
  • Adanya pemberlakukan administrasi yang seragam.

Tujuan dan Fungsi Pendidikan Formal

Tujuan pendidikan secara umum yaitu untuk membentuk insan yang memiliki kedewasaan jasmani dan rohani. Berikut ini tujuan dan fungsi pendidikan formal diantaranya yaitu:

Melatih Kemampuan Akademis

Kemampuan akademis meliputi kemampuan analisis, menghafal, logika, memecahkan masalah dan lain sebagainya. Umumnya, seseorang yang memiliki kemampuan akademis baik lebih mampu memecahkan masalah dan memiliki kehidupan yang lebih baik.

Melatih Mental, Fisik, dan Disiplin

Jalur pendidikan formal mengharuskan peserta didik tiba di sekolah pada jam tertentu, dan pulang pada jam yang telah ditentukan. Tentu saja secara tidak langsung hal tersebut dapat melatih kedisiplinan peserta didik.
Selain itu, proses belajar di sekolah secara terus menerus akan membentuk mental dan fisik peserta didik menjadi lebih baik.

Melatih Tanggungjawab

Di sekolah, peserta didik diajarkan mengenai tanggung jawab, seperti tanggung jawab dalam mengerjakan tugas, menjaga kebersihan dan lain sebagainya.

Mengembangkan Diri dan Kreativitas

Salah satu sarana untuk mengembangkan diri dan kreativitas peserta didik di sekolah yaitu dengan adanya program ekstrakurikuler. Seseorang yang memiliki kemampuan dan kreativitas tertentu tentunya akan membentuk pribadi yang lebih berkualitas.

Membangun Jiwa Sosial

Sekolah dapat membantu membangun jiwa sosial seorang peserta didik. Selain itu, interaksi sosial di sekolah juga akan memperluas hubungan sosial seorang siswa.

Membentuk Identitas Diri

Identitas diri merupakan salah satu hal penting yang dibutuhkan individu dalam kehidupan bermasyarakat juga dalam dunia kerja. Umumnya, mereka yang menempuh pendidikan formal lebih berpeluang untuk mendapatkan suatu pekerjaan.
Lebih Lengkapnya, tujuan penyelenggaraan pendidikan formal yaitu:
  • Membantu lingkungan keluarga untuk mendidik dan mengajar, memperbaiki, memperluas pengetahuan, dan tingkah laku peserta didik yang dibawa dari keluarga serta membantu pengembangan bakat.
  • Mengembangkan kepribadian peserta didik melalui kurikulum agar peserta didik dapat bergaul dengan lingkungan sekolahnya dan juga mempersiapkan peserta didik terjun di masyarakat berdasarkan norma yang berlaku.
  • Membentuk dasar atau pondasi cara/pola berpikir yang sistematis dan konseptual secara konsisten dan terarah.
  • Melatih dan menanamkan sikap mental dan emosional yang matang, dewasa dan mandiri. Sehingga seorang yang berpendidikan tinggi lebih bisa mengendalikan sikap dan emosinya secara baik.
  • Mengajarkan banyak disiplin ilmu dengan berbagai teori dan ilmu pengetahuan yang ada sehingga wawasan dan pengetahuan menjadi banyak dan luas.
  • Menanamkan disiplin belajar yang sangat tinggi, sehingga seseorang yang berpendidikan akan lebih terbiasa untuk belajar dan belajar lagi.

Manfaat dan Fungsi Pendidikan Formal

Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal merupakan perangkat yang berkewajiban memberikan pelayanan pendidikan pada masyarakat. Berikut ini manfaat dan fungsi pendidikan formal diantaranya yaitu:

Melatih Kemampuan Akademis Anak

Dengan melatih dan juga mengasah kemampuan menghafal, menganalisa, memecahkan masalah, logika dan lain sebagainya, diharapkan seseorang akan memiliki kemampuan akademis yang baik. Biasanya orang yang tidak sekolah, dia tidak memiliki kemampuan akademis yang baik sehingga bisa dibedakan dengan orang yang bersekolah. Kehidupan yang ada di masa depan tidak semudah dan seindah saat ini karena diperlukan perjuangan dan kerja keras juga banyak ilmu pengetahuan.

Menggembleng dan Memperkuat Mental, Fisik dan Disiplin

Dengan mengharuskan peserta didik atau mahasiswa datang dan pulang sesuai aturan yang berlaku maka secara tidak langsung bisa meningkatkan kedisiplinan seseorang. Dengan adanya jadwal sekolah yang padat maka memaksa seorang siswa untuk belajar secara terus-menerus sehingga akan menguatkan mental dan fisik mereka menjadi lebih baik.

Memperkenalkan Tanggung Jawab

Tanggung jawab seorang anak yaitu belajar dan orangtua atau wali yang memberi nafkah. Seorang anak yang menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik dengan rajin bersekolah akan membuat bangga orang tua, guru, saudara, sanak keluarga, dan lain-lain.

Membangun Jiwa Sosial dan Jaringan Pertemanan

Banyaknya teman di sekolah akan memperluas hubungan sosial seorang peserta didik. Dengan adanya hubungan sosial yang baik, tidak menutup kemungkinan di masa depan akan membentuk jaringan bisnis bersama antar peserta didik yang sudah saling kenal dan percaya.

Sebagai Identitas Diri

Biasanya lulus dari institusi pendidikan akan menerima suatu sertifikat atau ijazah khusus yang mengakui bahwa kita adalah orang yang terpelajar, memiliki kualitas yang baik dan dapat diandalkan. Apabila disandingkan dengan orang yang tidak berpendidikan dalam suatu lowongan pekerjaan kantor, maka rata-rata mereka yang terpelajar yang akan mendapatkan pekerjaan tersebut.

Sarana Mengembangkan Diri dan Berkreativitas

Peserta didik dapat mengikuti berbagai program ekstrakurikuler sebagai pelengkap kegiatan akademis belajar mengajar agar bisa mengembangkan bakat dan minat dalam diri. Semakin banyak memiliki keahlian dan daya kreativitas maka akan semakin baik kualitas seseorang. Sekolah dan kuliah hanya sebagai mediator atau perangkat pengembangan diri dan yang mengubah diri seseorang hanyalah orang itu sendiri.

Pentingnya Pendidikan Formal

Pendidikan formal penting dilakukan, meski bagaimanapun cara kita menempuh pendidikan tersebut, asal kita memiliki keinginan yang serius dalam menjalaninya, maka akan sangat berdampak besar bagi masa depan diri sendiri maupun orang lain.
Dengan pendidikan, seseorang akan mampu menata masa depannya dengan bijaksana dan bisa berfikir lebih kritis dalam memecahkan masalah yang terjadi dalam kehidupannya. Dengan mengerti pendidikan, kita juga akan bisa membantu pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan sehingga tidak banyak pengangguran di Indonesia.
Contoh Pendidikan Formal
Berikut ini satuan pendidikan penyelenggara pendidikan formal, diantaranya yaitu:
  • Taman Kanak-kanak (TK)
  • Raudatul Athfal (RA)
  • Sekolah Dasar (SD)
  • Madrasah Ibtidaiyah (MI)
  • Sekolah Menengah Pertama (SMP)
  • Madrasah Tsanawiyah (MTs)
  • Sekolah Menengah Atas (SMA)
  • Madrasah Aliyah (MA)
  • Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
  • Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)
  • Perguruan tinggi (Akademi, Politeknik, Sekolah Tinggi, Institut, Universitas)

Pengertian Pendidikan Informal

Pengertian pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan. Atau lebih singkatnya, pendidikan informal adalah pendidikan dengan ruang lingkup keluarga dan lingkungan. Lebih singkatnya, pengertian pendidikan informal adalah pendidikan keluarga.
Pendidikan informal diberikan kepada setiap individu sejak lahir dan sepanjang hidupnya, baik itu melalui keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Pendidikan ini menjadi dasar pembentukan kebiasaan, watak, dan perilaku seseorang di masa depan.
Pendidikan keluarga atau pendidikan informal dalam sistem pendidikan nasional sebenarnya memiliki nilai yang sama dengan pendidikan formal. Pendidikan formal dilaksanakan dengan sistem terbuka atau tatap muka dalam kelas dan berjenjang dan atau dengan jarak jauh. Pendidikan formal juga dilaksanakan oleh guru sebagai pembimbing, pengajar, dan pelatih. Sedangkan dalam pendidikan keluarga, sistem tatap mukanya tidak secara kaku dilaksanakan secara berjenjang dan dengan sistem kelas, karena dilaksanakan dalam suasana kekeluargaan oleh ibu dan ayah serta orang-orang dewasa di dalam keluarga tersebut.
Perbedaan antara pendidikan formal dan pendidikan informal yang paling mencolok adalah dalam proses pembelajarannya. Pendidikan formal dilaksanakan lebih menekankan sebagai proses pengajaran atau dalam transfer of knowledge (teaching). Proses persekolahan inilah yang disebut dengan schooling. Sedang dalam pendidikan informal proses pembelajarannya dilaksanakan lebih menekankan sebagai proses pendidikan (educating), yang memiliki maka mendidik dan membimbing.
Ciri-Ciri Pendidikan Informal
Ciri ciri atau karakteristik pendidikan informal, diantaranya yaitu:
  • Kegiatan belajar terbentuk secara mandiri.
  • Tidak terikat dengan waktu dan tempat.
  • Proses belajar berlangsung tanpa ada pendidik dan peserta didik, namun antara orangtua dengan anak atau
  • antara kakak dengan adik.
  • Tidak mengenal persyaratan usia.
  • Tidak terdapat persyaratan khusus yang harus dilengkapi.
  • Peserta didik tidak perlu mengikuti ujian tertentu.
  • Proses pendidikan dilakukan oleh keluarga dan lingkungan.
  • Tidak ada kurikulum tertentu yang harus dijalankan.
  • Tidak ada jenjang dalam proses pendidikannya.
  • Proses pendidikan dilakukan secara terus menerus tanpa mengenal ruang dan waktu
  • Orang tua adalah guru bagi anak didik.
  • Tidak terdapat manajemen yang jelas dalam proses pembelajaran.
  • Tidak menggunakan metode yang komplikatif yang sulit di mengerti atau sulit dilaksanakan.
  • Bahan pembelajaran cukup sederhana.
  • Tidak terorganisasi secara struktural.
  • Tidak ada penjenjangan kronologis
  • Tidak mengenal adanya kredensials.
Fungsi dan Peran Pendidikan Informal
Fungsi dan peran utama pendidikan informal yaitu untuk membentuk karakter dan kepribadian seseorang. Lebih lengkapnya, fungsi dan peran pendidikan informal, diantaranya yaitu:
  • Membantu meningkatkan hasil belajar anak, baik pendidikan formal maupun non formal.
  • Mengontrol dan memotivasi anak agar lebih giat belajar.
  • Membantu pertumbuhan fisik dan mental anak, baik dari dalam keluarga maupun lingkungan.
  • Membentuk kepribadian anak dengan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, dan perkembangan anak.
  • Memotivasi anak agar mampu mengembangkan potensi atau bakat yang dimilikinya.
  • Membantu anak lebih mandiri dan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya.
Dari penjelasan tersebut bisa disimpulkan peran keluarga terutama orang tua, sangat besar terhadap pertumbuhan seorang anak. Dalam pendidikan ini, orang tua berperan sebagai pendidik, pembimbing, teladan, pengontrol, fasilisator, motivator, sekaligus juga inovator.
Contoh Pendidikan Informal
Seperti yang diketahui, proses penyelenggaraan pendidikan informal dilakukan oleh keluarga dan lingkungan. Berikut ini contoh jalur pendidikan informal diantaranya yaitu:
  • Pendidikan budi pekerti.
  • Pendidikan agama.
  • Pendidikan moral.
  • Pendidikan etika.
  • Pendidikan sopan santun.
  • Sosialisasi dengan lingkungan.

Perbedaan Pendidikan Pendidikan Informal Dan Pendidikan Formal

Pendidikan informal adalah proses yang berlangsung sepanjang usia sehingga sehingga setiap orang memperoleh nilai, sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang bersumber dari pengalaman hidup sehari-hari, pengaruh lingkungan termasuk di dalamnya seperti pengaruh kehidupan keluarga, hubungan dengan tetangga, lingkungan pekerjaan dan permainan, pasar, perpustakaan, dan media massa.
Sedangkan, pendidikan formal adalah kegiatan yang sistematis, bertingkat/berjenjang, dimulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi dan yang setaraf dengannya; termasuk kegiatan studi yang berorientasi akademis dan umum, program spesialisasi, dan latihan professional, yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus.


 ANALISIS SWOT TENTANG LEMBAGA PENDIDIKAN FORMAL
(strength ) : lembaga pendidikan yang diperoleh dengan cara teratut dan sistematis, bertingkat atau berjenjang , dengan mengikuti prosedur dan syarat yang jelas.
-  berkembang dengan cara efektif dan efesien
- kegiatan pendidikan formal secara sistematis, bestruktur, berjenjang dan bertingkat dimulai dari pendidi usia dini sampai ke perguruan tinggi.
-  kegiatan studi  yang berorientasi kepada program spesialis dan latihan profesional
-  proses belajar lebih tertib, terstrukrut dan terkendakendali
- penyesuaian diri kepada kehidupan sosial yang baru , sebagai contohnya : di era digital seperti saat ini, yang dimana belajar melalui aplikasi
- menanamkan disiplin belajar yng sangat tinggi, sehingga seseorang yag sangat berpendidikan akan lebih terbiasa untuk belajar dan beajar lagi
- pengelolaan data- data siswa, akademik, guru, dan karyawan melalui sumber data yang fleksibel

(weaknesess): - pendidikan formal yang cukup lama

-  harus mamapu melatih kemampuan diri
-  masih banyaknya pendidikan yang tidak memakai sistem digital
-  bnayknya murid yang bermain-main dalam pendidikan formal
- menagnggap hanaya bermain-main ketika sedang bersekolah
-  pelayaan pendidikan harus memumpuni

(Opportunities) : -  materi pelajaran disusun berdasarkan kurikulum, dan dijabarkan dalam sejumlah silabus

- mata pelajaran bersifat akademis dan intlektualis, berkelanjutan, serta penyampaian metode secara sistematis
- disenggarakan dengan rapi, terencana, teratur, dan sistematis, dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan
- adanya pemberlakuan administrasi yang seragam
-  Tenaga pengajar harus memenuhu klasifikasi tertentu
- berkembangnya teknologi pun mendukung sistem informasi manajemen menjadi semakin meningkat. Seperti halnya pada saat penerimaan murid baru. Kini pun sudah banyak sekolah menggunakan pendaftaran sistem online. Dimana sistem ini memudahkan calon siswa untuk mendaftar ke sekolah

 (Threats) : - diharuskan menyesuaikan terhadap lingkungan sosial yan baru

 - harus mamapu mengembangkan kreativitas diri sendiri
-   harus berstruktur, dan sistematis bahkan berjenjang
-  harus bersifat akademis

* ANALISIS SWOT TENTANG LEMBAGA INFORMAL
(strength ) :- kegiatan belajar secara mandiri
-  tidak terikat dengan waktu dan tempat
- tidak terdapat persyaratan khusus yang harus dilengkapi
- belajara dirumah juga bisa cintoh nya memakai sistem digital
- bahan belajar cukup sederhana
(weaknesess):-- tidsk terorganisasi secara struktural
- tidak terdapat manajemen yang jelas dalam proses pembelajaran
-  tidak ada jenjang dalam proses bidang pendidikan
(Opportunities) :- bisa dilakukan antara kaka dan adik
-  tidak ada metode yang sulit untuk dimengerti
- bahan pembelajaran  cukup sederhana contohnya media internet
- tidak terdapat persyaratan khusus
- tidak ada penjenjang kronologis

(Threats) :- harus belajar mandiri dilingkungan sendiri
- memanajemen pendidikan sendiri tanpa adanya yang mengatur
-  tidak adanya pengelolaan data yang sistematis

KESIMPULAN
Penggunaan sistem informasi manajemen menunjukkan citra positif lembaga sekolah tidak hanya dalam ruang lingkup nasional melainkan juga internasional dikarenakan penggunaan teknologi terbaru identik dengan penyesuaian dengan standar yang digunakan di berbagai negara.


Daftar pustaka




 






Komentar