Resume pendidikan bahasa arab
الاعت ـ راف بالجميل
Pengakuan keindahan
كان الخليفة المنصور يتطّلع إلى الإحاطة بأمور الناس عموما, وإلى معرفة أحوال بني أمية خصوصا. فبلغه أن من مشايخ أهل الشّام, شيخا معروفا, وكان بطانة لهشام بن عبد الملك بن مروان. فأرسل إليه المنصور, وأحضره بين يديه, وسأله عن تدبير هشام في حروبه مع الخوارج.
Dia adalah khalifah al manshur,menanti untuk mengetahui hal-hal orang pada umumnya,, dan untuk mengetahui kondisi bani umayyah pada khususnya. Dia memberitahunya bahwa salah satu syekh dari orang-orang Levant, seorang syekh yang dikenal, itu adalah Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan. Jadi dia mengirim Al-Mansur kepadanya, membawanya di tangannya, dan bertanya kepadanya tentang pengaturan Hicham dalam perangnya dengan orang-orang Khawarij.
فوصف له الشيخ ما دبّر وقال:" فعل رحمه الله كذا وكذا". فقال له المنصور: "قم عنّي! تطأ بساطي وتترحّم على عدوّي!" فقال الرّجل وهو مولّ يريد الخروج: "إن نعمة عدوّك لقلادة في عنقي, لا ينزعها إلاّ غاسل".
. Kemudian Syekh menjelaskan kepadanya apa yang dia rencanakan dan katakan: "Dia memang Tuhan mengampuni ini dan itu. Al-Mansur berkata kepadanya: "Bangkitlah tentang aku! Tapak permadani dan perlihatkan belas kasihan kepada musuhku!" Lalu pria itu berkata, sementara dia ingin pergi, "Rahmat musuhmu adalah kalung di leherku yang hanya bisa dilepas oleh pita.
Hadits nabi membawa pesan nabi salallohu alaihi wasalam tentang kejujuran adalah:
عليكم بصدق٫ فإنما الصدق يهدى إلى بّر٫ إنّ برّ يهدى إلى الجنّة٫ وإنّ كذب يهدى فجور فإنّ فجور يهدى إلي النار
[رواه متفقٌ عليه]
Artinya :
Selalulah kamu jujur, karena sesungguhnya jujur itu mengantarkan kamu pada kebaikan dan kebaikan itu sesungguhnya mengantarkan pada surga. Sedangkan dusta akan mengantarkan pada keburukan dan dosa, dan sesungguhnya dosa itu akan mengantarkan pada neraka. [Hadits: Mutafaqun Alaih]
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan di dalam ayat:
خُذِ ٱلۡعَفۡوَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡعُرۡفِ وَأَعۡرِضۡ عَنِ ٱلۡجَـٰهِلِينَ
Artinya: ”Jadilah engkau pemaaf dan serulah (manusia) mengerjakan yang ma’ruf (baik) dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Q.S. Al-A’r. af [7]: 199).
Ketika turun ayat tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun bertanya kepada Malaikat Jibril, ”Apakah maksud ayat ini, wahai Jibril?” Jibril menjawab, ”Sesungguhnya Allah menyuruhmu memaafkan orang yang telah menzalimimu, dan bersilaturahim terhadap orang yang memutuskan hubungan denganmu.”
perilaku jujur yang saya alami yaitu berkata jujur yaitu apa adanya sesuai fakta, . kalo jujur kepada Allah itu kita melakukan perbuatan ibadah yang ikhlas kepada Allah tanpa ada unsur riya,semua perbuatan yang kita lakukan semata" hanya untuk Allah untuk mencapai keridhoaannya,
selanjutnya melakukan semua perintah Allah dan menjauhi larangannya, dan salah satu sikap kita berkata jujur tanpa berdusta itu udah termasuk jujur kepada Allah
Kata jujur itu adalah kata sifat, yang mana seseorang akan melakukan sifat jujur secara konsisten, jika terbiasa dan menjadi sebuah kebiasaan fan karakter,begitu pula sebaliknya orang akan sulit untk jujur kl tdk terbiasa dan menjadi karakter dirinya sendiri, contoh seseorang yg terbiasa makan d tempat nasi uduk memakan gorengan 5 dan mengaku 2 akan sulit dia merubah kebiasaan kl yg dilakukan sdh menjadi kebiasaan
jujur terhadap diri sendiri adlah mau untk menerima keadaan apapun yg terjadi meskipun terasa hasilnya itu menyakitkan tapi walau bagaimanapun kalau orang tersebut terbiasa jujur dia akan mudah mengucapkan nya apapun resikonya
Kejujuran adalah sifat yg mahal dan sedikit orang yg Allah karunia kan untk memiliki sifat jujur, dan tertulis jg dalam Alquran bahwa orang yg jujur akan Allah tempatkan d tempat yh terbaik, makanya syaitan selalu menggoda manusia untk menjauh dari kejujuran baik terhadap orang lain bahkan untuk dirinya sendiri, sikap kita untk terus mendoakan yg terbaik dan tidak berhenti untk berdoa meminta yg terbaik dari Allah swt, krn Allah swt yg maha membolak balikan hati manusia dan kebaikan datangnya dari Allah swt.dan cara menanamkannya dengan pembiasaan sikap
kebohongan itu tidak diperbolehkan tetap dalam islam memang ada
kebohongan yang diperbolehkan yaitu ada 3 macam : pertama, dalam kondisi al-harb (perang) misalnya dibutuhkan strategi yang kuat untuk mengalahkan lawan, yang tidak mungkin disampaikan secara terang-terangan kepada pihak lawan.
Kondisi kedua, berbohong untuk mendamaikan dua pihak yang bertikai dengan cara yang baik pula. Misalnya pihak ketiga (yang mendamaikan) memberikan hadiah kepada ke dua belah pihak yang diatasnamakan pihak yang bertikai. Atau menyampaikan salam berupa pujian kepada keduanya, kenapa orang d zaman sekarang selalu mengedepankan suudzon dari pada kepercayaan, krn yg mereka lihat dan mereka rasakan adalah ketidak percayaan terhadap apa yang ada d sekitarnya, sehingga bawaannya adalah suudzon k setiap orang makanya Allah swt mengingatkan dalam Alquran bahwa apapun kabar atau berita yg datang harus d klarifikasi terlebih dahulu dan bisa d pertanggung jawabkan kebenaran nya.
Memaafkan lahir dan batin memang sulit untk di lakukan bagi seorang manusia normal yg sdh tersakiti hatinya, makanya Allah swt meng istimewa orang2 yg memaafkan secara lahir dan batin dengan derajat yg paling mulia d sisi Allah swt
seseorang yang ia sudah di catat namanya di syurga lalu seorang sahabat ini izin menginap karna ingin tahu amalan seperti apa yang ia kerjakan,setelah ia teliti shalat malam pun tidak dan pekerjaan pun layaknya orang biasa karna sahabat ini tidak tahu maka ia langsung saja bertanya orang yg di tunjuk ini, lalu di jawabnya saya tidak punya amalan apapun terkecuali di setiap malam ia memohon kepada allah untuk memaafkan segala kesalahan dirinya dan orang yang berbuat dzolim pada dirinya. Maka dapat disimpulkan mintalah maaf terlebih dahulu meski orang lain yang salah dan nanti iapun pasti akan mengerti sendiri atas apa kesalahan yg ia buat.
Komentar
Posting Komentar